TEMPO.CO, Whasington - Para ilmuwan yang melakukan penggalian fosil tulang di Selandia Baru menemukan tulang sisa penguin kelas berat dunia—lebih besar dari yang kita kenal selama ini. Menurut mereka burung itu jauh lebih besar ketimbang burung-burung laut tak bisa terbang yang hidup sekarang. Mayr mengatakan fosil yang lain mengindikasikan penguin ini memiliki paruh jauh lebih panjang ketimbang kerabat modern mereka. "Adalah mitos umum bahwa penguin hanya hidup di lingkungan sangat dingin seperti daerah Antartika," kata Tennyson. "Saat ini penguin-penguin Galapagos hidup di ekuator, dan banyak fosil menunjukkan bahwa penguin-penguin awal hidup di laut hangat," katanya sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.
Source: Koran Tempo December 15, 2017 08:48 UTC