KOMPAS.com - Media sosial tengah diramaikan dengan adanya tindakan salah satu YouTuber Indonesia, Calon Sarjana yang diduga ketahuan menjiplak video hasil karya sejumlah YouTuber luar negeri baru-baru ini. Tidak hanya itu, tindakan "copy-paste" ini justru memberikan keuntungan tersendiri bagi si penduplikat. Bagi masyarakat Indonesia, video-video yang disajikan oleh Calon Sarjana banyak dijadikan sebagai hiburan atau pengetahuan semata. Guru Besar Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret ( UNS) Surakarta, Prof Dr Bani Sudardi menjelaskan bahwa seharusnya masyarakat dapat memahami masalah "copy-paste" dari segi budaya. Ia menyebutkan, ada hal yang dapat dijadikan milik bersama, misalnya, tembang (lagu tradisional Jawa), tarian, dan lainnya.
Source: Kompas November 10, 2019 04:04 UTC