Hal itu sebagaimana dilakukan Bung Karno, tepatnya pada 17 Oktober 1952. Dengan kesatria, Bung Karno menemui demonstrans dan bahkan orang-orang yang berniat melakukan kudeta. "Orang-orang yang mau melakukan kudeta saja ditemui oleh Bung Karno, itu baru pemimpin," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon dalam diskusi bertajuk 'Rivalitas Elit Pilkada DKI' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11). Fadli menuturkan, Bung Karno dulu selalu menemui pelaku demonstrasi-demonstrasi termasuk di tahun 1966. "Bung Karno selalu menerima demonstran dalam jumlah yang banyak, tokoh-tokohnya, ditanya kamu mau apa, sampai begitu.
Source: Jawa Pos November 05, 2016 12:32 UTC