Sementara itu, masyarakat menengah yang turun kelas menahan konsumsi karena terdesak, yang mana tabungan bukan hanya ditambah melainkan dipakai untuk menambal defisit harian. Kondisi Kritis Kelas Menengah Turun KelasAchmad menilai, kondisi kelas menengah yang turun kelas merupakan situasi yang kritis. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan, kelas menengah dan kelompok yang menuju kelas menengah mencakup 66,35 persen penduduk pada 2024, dan porsi konsumsi pengeluaran dari dua kelompok tersebut mencapai 81,49 persen dari total konsumsi masyarakat. Sektor yang paling cepat merasakan biasanya ritel non pangan, restoran kelas menengah, hiburan, perjalanan, otomotif, dan barang tahan lama,” ujarnya. Pertanyaan yang lebih mendesak adalah ‘siapa yang menahan konsumsi karena memilih, dan siapa yang menahan konsumsi karena terpaksa’.
Source: Republika January 20, 2026 05:41 UTC