REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran kini mulai memukul sektor energi di benua Afrika. Sejumlah negara dilaporkan mengalami kelangkaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang akut, memicu lonjakan harga yang gila-gilaan serta ancaman kelumpuhan aktivitas ekonomi. Blokade di Selat Hormuz menjadi biang kerok utama yang memutus rantai pasok global. Kondisi paling ekstrem terpantau di Somalia, di mana harga bensin dan solar melonjak hingga lebih dari dua kali lipat. Meski harga melambung, otoritas Zimbabwe mengeklaim cadangan energi nasional mereka masih aman untuk tiga bulan ke depan.
Source: Republika March 20, 2026 08:04 UTC