REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menilai perbedaan dan perpecahan antara Sunni dan Syiah kerap dimanfaatkan pihak luar, khususnya Zionis, untuk melemahkan umat Islam di tengah konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Menurut Boroujerdi, perbedaan mazhab maupun agama sejatinya merupakan sesuatu yang alami. Namun, ia menegaskan bahwa perpecahan yang tajam justru “diinisiasi dan dikondisikan” agar umat menjadi terkotak-kotak dan kehilangan kekuatan. "Perpecahan antar mazhab, perpecahan antar agama sebenarnya adalah diinisiasi dan dikondisikan oleh Zionis. "Di Iran sudah tidak ada lagi pembahasan Sunni dan Syiah, karena di Iran juga masyarakatnya banyak, ada beberapa wilayah yang mayoritas bahkan Ahlussunnah," ucapnya.
Source: Republika April 03, 2026 06:03 UTC