Dr Aria Fani, profesor sekaligus Direktur Middle East Center, diberhentikan dari jabatannya setelah melontarkan kritik keras terhadap perang AS-Israel di Iran. Dipecatnya Fani bermula dari email peneliti tersebut pada Senin, 9 Maret 2026, yang berisi analisis mengenai serangan pemerintahan Trump dan Israel ke wilayah Iran. Pesan tersebut dikirimkan kepada beberapa alamat email yang mencakup mahasiswa, fakultas, alumni, dan anggota komunitas Middle East Center untuk memberikan konteks geopolitik atas situasi yang tengah berlangsung. Fani mengungkapkan, pemberitahuan pemecatan itu dilakukan melalui panggilan telepon singkat selama lima menit oleh direktur Jackson School of International Studies. Tangkapan layar sebuah rudal Tomahawk yang menghantam sebuah kompleks tempat sekolah perempuan Iran dan menewaskan sekitar 175 orang.
Source: Republika April 11, 2026 08:38 UTC