Kembalinya Donald Trump ke panggung kekuasaan Amerika Serikat (AS) tidak hanya membawa keriuhan di media sosial, tetapi juga guncangan besar dalam arsitektur diplomasi internasional. Salah satu manuver terbaru yang memicu perdebatan panas adalah pembentukan "Dewan Perdamaian" (Board of Peace) untuk Gaza. Pertanyaan besar segera menyelimuti ruang publik: Apakah dewan ini benar-benar sebuah "fajar baru" bagi kedaulatan Palestina, atau cuma sebuah "wadah kosong" yang sengaja diciptakan untuk melegitimasi kepentingan transaksional kekuatan besar? Dalam ketiadaan solusi itu, Trump masuk dengan tawaran minilateralisme, yaitu sebuah kelompok kecil, eksklusif, dan bergerak cepat. Meski begitu, layaknya jalan tol lainnya, ada biaya mahal yang harus dibayar, baik dalam pengertian finansial maupun kedaulatan politik.
Source: Republika January 25, 2026 16:13 UTC