REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSEL -- Dewan Penasihat Ilmiah Eropa tentang Perubahan Iklim menyatakan Uni Eropa tidak siap menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin memburuk. Dewan penasihat mendesak Benua Biru untuk lebih banyak berinvestasi dalam perlindungan masyarakat dan infrastruktur dari banjir, kebakaran hutan, dan gelombang panas. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mencatat perubahan iklim mendorong laju pemanasan di Eropa. Data terbaru Uni Eropa menunjukkan kerugian ekonomi akibat kerusakan infrastruktur dari dampak perubahan iklim, seperti cuaca ekstrem, di kawasan itu mencapai 45 miliar euro atau sekitar Rp 898 triliun rupiah per tahun. WMO menyatakan perubahan iklim “antropogenik” telah memengaruhi berbagai fenomena cuaca dan iklim ekstrem di setiap wilayah di seluruh belahan dunia.
Source: Republika February 17, 2026 09:18 UTC