Filosof Muslim kenamaan Moh Iqbal, misalnya, telah lama menegaskan bahwa secara esensial, demokrasi tidak bisa dilepaskan dari spirit amanah Allah SWT dalam Alquran, wa amruhum syuro bainahum (QS. Wujudkan tatanan demokrasi politik edukatif, bukan demokrasi berbasis koalisi kepentingan parsialistik. Perlu InternalisasiDemi menyehatkan sosio-kebangsaan, di samping empat hikmah di atas, agar demokrasi bertumbuh tanpa dusta, ada sejumlah semangat etik juga yang perlu diinternalisasi. Melalui semangat ini, perilaku demokrasi tidak boleh lagi dihiasi kebiasaan (ber)dusta, kebohongan, omon-omon, tipu-tipu atau dagelan politik-pragmatis-kapitalistik. Sehingga demokrasi tidak dipenuhi dusta lagi, tetapi, masih menirukan filosofi Mulla Shadra, ia mampu melahirkan hikmah teoritis-implementatif.
Source: Media Indonesia February 16, 2026 17:14 UTC