Di Manado, kisah itu datang dari Anastasya Sampaleng, seorang ibu rumah tangga yang memilih untuk tetap berdiri di tengah situasi yang tidak mudah. Dengan berjalan kaki hingga sekitar dua kilometer setiap hari, Anastasya menjajakan masakan rumahan kepada masyarakat sekitar, menjaga agar dapur tetap menyala dan keluarganya tetap bertahan. Sebelumnya, ia sempat merintis usaha warung sembako setelah bergabung dengan PNM Mekaar, membantu menambah penghasilan keluarga sedikit demi sedikit. Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menilai kisah seperti ini menjadi cerminan nyata dari semangat pemberdayaan PNM di tingkat akar rumput. “Kisah Ibu Anastasya menunjukkan bahwa di balik setiap usaha kecil, ada ketangguhan luar biasa.
Source: Koran Tempo April 08, 2026 02:38 UTC