REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Gelombang dukungan terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, terus meluas. Serangan terhadap aktivis HAM itu sebagai bentuk kekerasan yang tidak dapat ditoleransi juga dipandang sebagai ancaman nyata bagi kebebasan masyarakat sipil. "Tuntaskan kasus Andrie Yunus ini, mengungkap siapa otak di balik penyiraman air keras yang selama ini dibalut dengan kata 'orang tidak dikenal'. Sebelumnya diketahui, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh sekelompok orang tak dikenal pada Kamis (12/3/2026) tengah malam, di kawasan Salemba–Talang, Jakarta Pusat. Dari Bundaran UGM, suara solidaritas itu tidak hanya menjadi bentuk kecaman terhadap kekerasan, tetapi juga pesan bahwa para pembela hak asasi manusia tidak berdiri sendiri.
Source: Republika March 15, 2026 15:29 UTC