Indonesia masih tertinggal dalam bidang riset ketimbang negara lain di Asia seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Tentu saja, hal itu karena dana riset Indonesia masih sangat rendah. Brodjonegoro mengakui pengembangan Iptek di Indonesia masih belum mendapat perhatian yang memadai, tercermin pada alokasi anggaran untuk riset dan pengembangan yang masih minimal. Anggaran riset Malaysia (1,25 persen), China (2,0 persen), Singapura (2,20 persen), Jepang (3,60 persen), Korea Selatan (4,0 persen), dan negara-negara maju OECD seperti Jerman (2,90 persen), Swedia (3,20 persen), AS (2,75 persen). Bahkan dari total anggaran riset yang ada, sekitar 80 persen berasal dari anggaran pemerintah, hanya sekitar 20 persen saja berasal dari industri dan swasta.
Source: Jawa Pos May 13, 2017 05:26 UTC