Salah satu dampak yang paling terlihat adalah tinggi badan para astronot yang bertambah. Namun, selama ini juga ada dugaan bahwa DNA para astronot berubah setelah melakukan perjalanan antariksa tersebut. Hal ini dikonfirmasi setelah astronot badan antariksa Amerika Serikat ( NASA) bernama Scott Kelly kembali ke bumi setelah tinggal selama satu tahun di stasiun luar angkasa internasional (ISS). Waktu Scott tinggal di ISS ini termasuk panjang, mengingat saat ini para astronot hanya menghabiskan 6 bulan sebagai waktu standar. Pada 2017 lalu, para peneliti menemukan bahwa kepingan kromosom (tepatnya telomer atau bagian ujung DNA) Scott Kelly menjadi lebih panjang selama di luar angkasa.
Source: Kompas March 11, 2018 14:03 UTC