REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-12 yang saat ini bertugas di Jalur Gaza, Palestina melaporkan infeksi saluran napas bawah dan cuaca musim dingin ekstrem menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga di tengah kolapsnya sistem kesehatan. “Cuaca dingin di tengah kondisi tenda pengungsian yang tidak layak membuat angka infeksi saluran napas di Gaza terus meningkat. Dokter Mohamad Reynaldi yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Syuhada Al Aqsa menyebutkan lebih dari 50 persen pasien yang datang ke IGD mengalami gejala infeksi saluran napas. Sementara itu, di ruang rawat inap, dokter Ni Nyoman Indirawati Kusuma menyampaikan dua dari tiga pasien yang dirawat terdiagnosis infeksi saluran napas bawah, baik akibat virus maupun bakteri. Selama genosida berlangsung, tidak ada dokter konsultan paru di Gaza, sehingga Indirawati saat ini menjadi satu-satunya dokter konsultan paru yang bertugas di wilayah tersebut.
Source: Republika January 24, 2026 11:51 UTC