REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Varian Covid-19 terbaru yang disebut Cicada memunculkan kekhawatiran karena telah menyebar di 25 negara, dan banyak menyerang anak. Pakar mikrobiologi Klinik UGM Prof Tri Wibawa mengatakan tidak ada yang data yang menujukkan Cicada lebih ganas dibandingkan varian sebelumnya. Prof Tri menerangkan SARS-CoV-2 strain Omicron BA.3.2 atau disebut varian Cicada muncul pertama kali di Afrika Selatan pada November 2024. Dari sisi medis, Prof Tri menyebut belum ada perbedaan signifikan antara varian Cicada dengan varian Covid-19 lainnya. "Tidak ada gejala spesifik yang membedakan pasien yang terinfeksi Cicada dengan pasien Covid-19 lainnya.
Source: Republika April 10, 2026 03:32 UTC