JawaPos.com – Virus Korona SARS-CoV-2 sejak awal muncul dikenal sebagai virus pernapasan. Bahkan, peneliti dari Universitas Indonesia (UI) menemukan virus ini muncul di bagian feses dan anal manusia. “Virus dapat ditemukan di feses dan anal, oleh karena itu usap rektal dapat digunakan sebagai alat diagnostik untuk infeksi Covid-19,” lanjutnya. Menurut Ari, pasien mungkin datang dengan gejala selain gejala utama infeksi saluran pernapasan, seperti diare, sakit perut, mual, atau muntah, yang terkadang dapat menyebabkan penundaan pengobatan dalam menangani pasien Covid-19. “Pasien mungkin datang dengan gejala gastrointestinal sebagai manifestasi klinis awal, atau gejala gastrointestinal dapat ditemukan pada pasien Covid-19 rawat inap, yang memang dapat dijelaskan karena SARS-CoV-2, agen etiologi infeksi Covid-19, dapat jelas ditemukan di sepanjang saluran gastrointestinal,” tutupnya.
Source: Jawa Pos January 28, 2021 03:22 UTC