REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK – Dewan Keamanan PBB telah menunda pemungutan suara yang dijadwalkan pada Jumat untuk mengizinkan penggunaan kekuatan militer untuk melindungi pelayaran di Selat Hormuz dari serangan Iran. Saudi Gazette melansir, Badan beranggotakan 15 orang itu siapanya dijadwalkan melakukan pemungutan suara pada Jumat pagi mengenai rancangan resolusi yang diajukan Bahrain mewakili negara-negara Teluk. Bahrain yang mengusulkan resolusi itu juga dilaporkan telah secara signifikan mengurangi rancangan usulan pembukaan kembali Selat Hormuz dengan kekuatan militer. 70 persen pengiriman maritim di Selat Hormuz telah menurun sejak ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat pada 28 Februari 2026. Rancangan resolusi terbaru telah dimodifikasi untuk menggalang dukungan dari beberapa negara yang tampak skeptis, termasuk Rusia, China, dan Prancis.
Source: Republika April 03, 2026 13:57 UTC