Pernyataan ini muncul tidak lama setelah Amerika Serikat (AS) melarang maskapai penerbangan China masuk. Pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah melarang maskapai penerbangan China terbang ke AS mulai 16 Juni. Maskapai penerbangan tidak dapat terbang melebihi jumlah penerbangan yang mereka dapatkan pada 12 Maret. Tapi, maskapai penumpang AS telah menghentikan semua penerbangan pada 12 Maret. CAAC juga mengatakan semua maskapai akan diizinkan untuk meningkatkan jumlah penerbangan internasional yang melibatkan China menjadi dua per pekan.
Source: Republika June 04, 2020 06:40 UTC