JawaPos.com - Penggerebekan gudang beras subsidi di PT IBU di Bekasi, Jawa Barat, baru-baru ini semakin memperlihatkan kondisi kerugian di tingkat petani dalam tata niaga pangan. Ketua Umum Masyarakat Agribsinis dan Agroindustri Indonesia (MAI) Fadel Muhammad menilai dalam bisnis pangan, middleman meraup untung di atas normal profit. "Struktur pasar dan perilaku pasar belum adil dan seimbang, sehingga terlihat nyata tingginya disparitas harga antara di produsen dan konsumen," jelasnya. Harga beras di petani diangkat menjadi Rp 7.800/kg, sehingga marjin petani semula Rp 65,7 triliun naik menjadi Rp 82,6 triliun. Selanjutnya harga di konsumen semula Rp 10.582/kg dikendalikan dengan kebijakan harga acuan atas Rp 9.000/kg sehingga mereka surplus Rp 90 triliun.
Source: Jawa Pos July 23, 2017 13:52 UTC