Adapun anggaran belanja pemerintah pusat naik Rp 123,3 triliun menjadi Rp 1.974,4 triliun. “Dalam revisi ini outlook belanja negara naik Rp 124,5 triliun menjadi Rp 2.738,4 triliun dari yang sebelumnya Rp 2.613,8 triliun. Febrio merincikan, pemerintah akan menurunkan belanja kementerian dan lembaga sebesar Rp 50 triliun menjadi Rp 786,5 triliun dari yang sebelumnya Rp 836,5 triliun. Sementara, untuk belanja non K/L mengalami kenaikan Rp 173,3 triliun menjadi Rp 1.187,9 triliun dari yang sebelumnya Rp 1.014,6 triliun. Dia menambahkan, anggaran transfer daerah dan dana desa (TKDD) juga mengalami peningkatan tipis menjadi Rp 763,9 triliun dari yang sebelumnya Rp 762,7 triliun.
Source: Jawa Pos June 04, 2020 12:00 UTC