Volume bernyanyi menjadi penentu faktor risiko penularan Covid-19. Droplet biasanya terjadi pada saat berbicara, bernyanyi, bernapas, dan batuk. Namun, menurut penelitian terbaru, bernyanyi tidak lebih berisiko dalam penyebaran virus corona, daripada berbicara. Dilansir dari Reuters, Ahad (23/8), para ilmuwan Inggris menyebut volume bernyanyi memiliki faktor risiko terpenting. Para peneliti menemukan, massa aerosol yang dihasilkan dapat meningkat tajam dengan peningkatan volume bernyanyi atau berbicara.
Source: Republika August 23, 2020 20:26 UTC