IklanTEMPO.CO, Jakarta - Pada musim panas 2022, hanya beberapa bulan setelah Rusia menginvasi Ukraina, presiden Taiwan mengumpulkan pejabat senior dari partainya yang berkuasa di pusat kota Taipei. Dalam agenda: Bagaimana Ukraina, dalam perangnya dengan Rusia, berhasil mengimbangi keunggulan musuh yang jauh lebih kuat? Jelas kalah, Tsai menggeber pembuatan rencana strategis untuk menutup celah, kata seseorang yang menghadiri serangkaian pertemuan di mana strategi drone dibicarakan. Di bawah program "Tim Nasional Drone", Taiwan merekrut pembuat drone komersial pulau itu dan perusahaan penerbangan dan kedirgantaraan dalam upaya bersama dengan militer untuk mempercepat pembangunan rantai pasokan drone mandiri. IklanScroll Untuk Melanjutkan"Kami harus segera mengejar, dengan ribuan drone," kata pengusaha kedirgantaraan Max Lo, koordinator upaya drone, kepada Reuters dalam sebuah wawancara.
Source: Koran Tempo July 22, 2023 01:52 UTC