Bisa saja ada edisi kedua dan edisi ketiganyaREPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Fritz Edward Siregar, mengatakan pihaknya tetap melakukan pengawasan terhadap tabloid Indonesia Barokah. Bawaslu mengantisipasi jika ada edisi selanjutnya dari tabloid ini yang memiliki konten provokatif. Menurut Fritz, secara rinci Bawaslu meminta kepada semua pihak, baik Kantor Pos, masjid dan pesantren untuk tidak mengebarluaskan tabloid Indonesia Barokah. "Bawaslu meminta kepada pihak pos pihak pesantren dan masjid untuk melakukan kerja sama apabila ada hal-hal seperti ini terjadi kembali agar tidak disebarkanSebelumnya, Fritz, mengatakan tabloid Indonesia Barokah tidak memenuhi unsur kampanye pemilu. Artinya tidak memenuhi unsur kampanye.
Source: Republika January 25, 2019 11:48 UTC