Bahlil menjelaskan, strategi tersebut ditempuh melalui peningkatan lifting minyak, penguatan kapasitas kilang, program campuran bahan bakar nabati, serta percepatan hilirisasi migas. Pemerintah ingin menekan ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM) secara bertahap. Produksi dalam negeri baru sekitar 14 juta kiloliter sehingga impor masih berada di kisaran 25 juta kiloliter. Menurut Bahlil, tanpa terobosan kebijakan, ketergantungan tersebut sulit ditekan. Program etanol E20 pada 2028 disiapkan untuk mengurangi impor bensin sekaligus memperkuat bauran energi domestik.
Source: Republika February 15, 2026 07:10 UTC