REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ekonom Indef Dradjad Wibowo menyebut ada babak baru perang dingin AS dengan sekutunya melawan China dalam hal perang vaksin. Vaksin ini kadang disebut sebagai vaksin Janssen karena dikembangkan oleh Janssen, yaitu anak perusahaan J&J di Leiden, Belanda. Vaksin Janssen, lanjutnya, bahkan cukup disuntikkan sekali, sehingga cocok sekali bagi rakyat kebanyakan yang mungkin merasa repot jika harus dua kali antri vaksinasi. Uji klinis fase 3 vaksin ini, menurut Dradjad, melibatkan sekitar 43 ribu relawan, jauh lebih banyak dari yang dilakukan Sinovac untuk vaksin CoronaVac. Dradjad beralasan, vaksin COVID-19 ini diyakini para ahli medis dunia akan mirip dengan vaksin flu.
Source: Republika March 13, 2021 09:00 UTC