REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) menyatakan kesiapan menaikkan porsi free float saham dari sekitar 10 persen menjadi 15 persen, seiring kebijakan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menaikkan batas minimum free float emiten di Indonesia menjadi 15 persen. Free float adalah porsi saham yang dimiliki publik dan diperdagangkan bebas di pasar, tidak termasuk saham yang dikuasai pemegang saham pengendali atau pemilik strategis. Semakin besar free float, likuiditas saham biasanya meningkat karena jumlah saham yang beredar di pasar lebih banyak. Direktur Finance & Strategy PT BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan, posisi free float BSI saat ini masih menjadi perhatian pasar. BSI menilai penyesuaian batas minimum free float dari sebelumnya 7,5 persen menjadi 15 persen merupakan langkah adaptif terhadap dinamika pasar modal.
Source: Republika February 06, 2026 14:22 UTC