REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak yang dikenai sanksi. Minyak rampasan akan dijual di harga pasar dan hasilnya untuk AS. Anadolu pada Selasa, mengutip laporan The New York Times, mengatakan bahwa langkah tersebut diduga sebagai upaya untuk menghindari blokade laut yang diberlakukan AS terhadap ekspor minyak Venezuela. Berdasarkan citra satelit, data pelayaran, serta informasi dari sumber industri, empat kapal terlacak berlayar di sebelah timur pantai Venezuela sambil menyamarkan identitas atau memalsukan lokasi mereka. Selain itu, sebanyak 12 tanker lainnya dilaporkan berhenti menyiarkan sinyal pelacakan sama sekali dan tidak lagi terdeteksi dalam citra satelit berikutnya.
Source: Republika January 07, 2026 02:06 UTC