TEMPO.CO, Jakarta - Gempa Banten bermagnitudo 6,6 yang terjadi Jumat sore, 14 Januari 2022, disebut bukan ancaman sesungguhnya dari segmen megathrust Selat Sunda. Potensi Magnitudo sebesar itu karena Selat Sunda merupakan wilayah zona seismic gap atau jarang gempa besar selama ratusan tahun. Tsunami Selat Sunda pernah terjadi pada 1722, 1852, dan 1958 yang disebabkan oleh gempa. Tergolong dangkal, Gempa Banten terjadi akibat adanya deformasi atau patahan batuan di dalam lempeng Indo-Australia yang tersubduksi atau menunjam ke bawah Selat Sunda, selatan Banten. “Sama-sama gempa intraslab yaitu gempa dengan sumber di dalam Lempeng Indo-Australia,” katanya.
Source: Koran Tempo January 17, 2022 05:39 UTC