DATARIAU.COM - Fenomena alam seperti gempa, tsunami, dan erupsi di Selat Sunda, Banten akan menjadi bencana andaikan masyarakat tidak beradaptasi. Peneliti ahli madya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mohamad Ramdhan mengatakan, adaptasi menjadi penting lantaran kawasan tersebut memiliki potensi gempa maksimal magnitudo (M) 8,7 dengan potensi tsunami hingga 20 meter. Menurut Ramdhan, gempa yang terjadi di Kabupaten Pandeglang M 6,6 pada Jumat (14/1/2022) merupakan foreschock atau energi yang dirilis sedikit-sedikit sebelum main schok atau energi maksimal gempa. Sebab, sumber gempanya tidak hanya dari zona subduksi, tetapi juga dari sesar Sumatra dan sesar yang ada di Jawa. Dibandingkan dengan gempa di Malang M6,0, karakter gempa Banten terbilang merusak.
Source: Republika January 22, 2022 02:40 UTC