REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian tahun ini fokus dalam pengentasan daerah rentan rawan pangan berdasarkan peta Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA). Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi mengatakan, BKP telah berkontribusi dan mampu meningkatkan status ketahanan pangan 177 kabupaten menjadi lebih baik. Agung menuturkan, BKP telah melakukan stabilisasi harga dan pasokan pangan; peningkatan diversifikasi pangan; pengawasan keamanan dan mutu pangan segar; analisis, kajian dan perumusan kebijakan; serta mendukung pengentasan kemiskinan (Program BEKERJA) dan penanganan permasalahan gizi (stunting). Ia menambahkan, untuk menyikapi dinamika situasi ketahanan pangan yang memerlukan dukungan peningkatan produksi dan nilai tambah komoditas, dilakukan transformasi kegiatan melalui Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL) yang mengarahkan industri pangan lokal menjadi bersifat komersial. "Pada daerah rentan rawan pangan, akan dikembangkan Pengembangan Korporasi Usaha Tani (PKU) yang mengintegrasikan usaha tani dari hulu ke hilir, guna memberikan nilai tambah produk bagi peningkatan pendapatan petani di lokasi daerah rentan rawan pangan," jelas Agung.
Source: Republika January 25, 2019 07:52 UTC