Senin, 29 Agustus 2016 | 18:12 WIBMobil Jihandak Brimob berada di lokasi ledakan bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yoseph, Medan, Sumatera Utara, 28 Agustus 2016. TEMPO/SahatTEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso mengatakan Ivan Armadi Hasugian, pelaku bom bunuh diri di Gereja Santo Yoseph, Medan, Sumatera Utara bergerak sendirian. Dari peta BIN, dia tidak masuk jaringan tertentu," kata Sutiyoso di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin 29 Agustus 2016. "Ia terinspirasi kelompok garis keras dari Internet, lalu ia belajar mengemas bom dari Internet," kata dia. Baca: Polri: Pelaku Bom di Gereja Medan Ditawari Uang Rp 10 JutaHal senada diungkapkan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto.
Source: Koran Tempo August 29, 2016 11:03 UTC