REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Asosiasi Pedagang dan Pelaku Usaha Pasar Beras Induk Cipinang (PBIC), Jakarta Timur, menilai penjualan beras premium PT Indo Beras Unggul (IBU) merusak harga di pasar. Ia menegaskan, PT IBU yang diduga mengoplos beras medium menjadi premium telah mengganggu pasokan penggilingan beras skala kecil dan menengah. Sementara itu, menurut Ketua Asosiasi Pedagang Beras PBIC Nelis Soe Kedi, kasus penggerebekan tersebut tidak mengganggu pasokan beras ke pasar induk yang tiap harinya mencapai 2.500 hingga 3.000 ton. Untuk itu, Asosiasi Pedagang dan Pelaku Usaha PBIC meminta pemerintah menetapkan HET beras berdasarkan klasifikasi dan kualitasnya demi pedagang. "Mohon ditinjau HET-nya, terutama untuk beras premium dan khusus," ujar dia.
Source: Republika July 24, 2017 09:56 UTC