REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON — Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) secara resmi menginformasikan kepada industri pelayaran global bahwa mereka saat ini tidak mampu memberikan pengawalan militer bagi kapal-kapal komersial yang melewati Selat Hormuz. Keputusan tersebut diambil menyusul tingginya risiko serangan di tengah eskalasi agresi AS-Israel terhadap Iran yang terus memanas. Meski demikian, pejabat militer AS menyatakan bahwa situasi keamanan terlalu berbahaya untuk menjamin keselamatan pelayaran di jalur vital tersebut. Selat Hormuz merupakan salah satu titik hambat (chokepoint) maritim paling kritis di dunia, yang menyalurkan sekitar seperlima dari total pasokan minyak global. Sejak dimulainya agresi terhadap Iran lebih dari sepekan lalu, aktivitas pelayaran di selat sempit tersebut praktis terhenti.
Source: Republika March 11, 2026 18:23 UTC