Negara terluas di dunia itu menghadapi masalah turunnya angka kelahiran yang menghambat produktivitas ekonomi dan membuat sejumlah wilayah kekurangan penghuni. Di satu sisi, penduduk dunia sudah mencapai 8 miliar orang, tapi di sisi lain persoalan ini menguak ironi mengenai terus turunnya angka kelahiran. Namun demikian, penyusutan jumlah penduduk saat ini tidak terjadi karena kematian massal seperti sewaktu Black Death, melainkan oleh turunnya angka kelahiran. Di 15 negara yang memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar di dunia, termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, dan India, angka kelahiran itu berada di bawah replacement rate 2,1. Turunnya angka kelahiran tapi naiknya angka harapan hidup ini sudah menjadi fenomena global.
Source: Jawa Pos June 12, 2023 15:36 UTC