REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING — China mencatat angka kelahiran terendah sepanjang sejarah pada 2025, seiring penyusutan jumlah penduduk untuk tahun keempat berturut-turut. Dilansir CNN, Rabu (21/1/2026), Biro Statistik Nasional China melaporkan pada Senin (19/1/2026) bahwa tingkat kelahiran turun menjadi 5,63 kelahiran per 1.000 penduduk pada 2025, lebih rendah dibandingkan rekor terendah sebelumnya pada 2023 sebesar 6,39 kelahiran per 1.000 penduduk. Penurunan ini mengindikasikan bahwa kenaikan tipis angka kelahiran pada 2024 lebih merupakan anomali, bukan pembalikan tren penurunan yang berlangsung sejak 2016. Pada saat yang sama, ekonomi China tumbuh 5 persen pada 2025, sesuai dengan target tahunan pemerintah yang dipatok “sekitar 5 persen”. Pada 2025, jumlah kelahiran sebanyak 7,92 juta bayi kalah jauh dibandingkan angka kematian yang mencapai 11,31 juta jiwa.
Source: Republika January 21, 2026 08:54 UTC