REPUBLIKA.CO.ID, OSLO -- Norwegian Refugee Council (NRC) mengatakan, sebanyak 56 persen anak-anak di Jalur Gaza, Palestina, telah menderita stres pasca-trauma. Menurut survei yang dilakukan pada Maret lalu, anak-anak itu menunjukkan tanda-tanda peningkatan kerusakan psikososial sebagai akibat dari kekerasan yang dilakukan tentara Israel terhadap aksi protes di Gaza. Anak-anak yang menyaksikan kekerasan di Gaza saat situasi semakin memburuk, secara negatif telah berdampak pada kesejahteraan mental mereka. Sekretaris Jenderal NRC, Jan Egeland, mengatakan mereka juga terdampak oleh tiga perang dahsyat yang pernah terjadi di Gaza. Penduduk Palestina menolak keputusan tersebut, karena mereka sudah lama ingin Yerusalem menjadi ibu kota negara mereka yang merdeka di masa depan.
Source: Republika May 03, 2018 13:41 UTC