REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Amerika Serikat bersiap melaksanakan apa yang digambarkan sebagai salah satu operasi militer paling rumit dalam sejarah modernnya, yang bertujuan untuk merebut uranium Iran yang telah diperkaya—sebuah misi yang tampaknya hampir mustahil. Para analis sepakat pelaksanaan operasi penyitaan ini mengharuskan Amerika Serikat mengerahkan seluruh kemampuan militer dan teknologinya, sambil memastikan keamanan pasukannya di wilayah yang dikelilingi oleh ancaman yang mengintai. Dia menambahkan, diperkirakan ada 440,9 kilogram uranium yang diperkaya hingga 60 persen di fasilitas nuklir Natanz, jumlah yang ingin disita oleh pasukan Amerika. Dia mengungkapkan, tantangannya adalah sekitar 200 kilogram uranium tersebut terkubur di bunker bawah tanah di fasilitas Natanz, sementara sisanya mungkin terkubur di lokasi Fordow dekat ibu kota Teheran. Operasi ini bukan sekadar misi untuk menemukan uranium, tetapi juga memerlukan upaya untuk menghindari deteksi, selamat dari pertempuran yang mungkin terjadi, dan memastikan pengangkutan bahan bakar nuklir tersebut dilakukan dengan aman, jelas Evans.
Source: Republika March 29, 2026 17:15 UTC