ASKARA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Boy Rafli Amar mengungkapkan adanya ancaman terorisme yang berusaha menyusup ke institusi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pada kesempatan itu, Boy menekankan jika BNPT selalu berusaha melakukan pencegahan agar kelompok terorisme tersebut tidak bisa mempengaruhi ataupun mengambil institusi BUMN. Tak hanya itu, pihaknya juga menemukan 600 akun di media sosial yang mengandung paham radikalisme. Boy menjelaskan ada 650 konten propaganda, 409 konten umum dan informasi serangan, 147 konten anti NKRI, 85 konten anti Pancasila, tujuh konten intoleran. “Dan dua konten paham takfiri,” ucap Boy.
Source: Jawa Pos January 25, 2022 06:57 UTC