(FotoRepublika.co.id)TEHERAN �" Pasar energi global diperkirakan mengalami volatilitas signifikan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan gelombang serangan militer terkoordinasi ke sejumlah wilayah di Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengonfirmasi adanya “serangan pendahuluan” (preemptive strike). Serangan terjadi di tengah situasi domestik Iran yang disebut tengah mengalami ketidakstabilan serius. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut program nuklir Iran serta perlakuan terhadap demonstran sebagai alasan serangan tersebut. Iran Percepat Ekspor MinyakMenjelang serangan, otoritas Iran dilaporkan mempercepat pengiriman minyak mentah ke luar negeri dalam beberapa hari terakhir.
Source: Republika February 28, 2026 09:11 UTC