REPUBLIKA.CO.ID, MADRID — Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Spanyol mengalami krisis setelah kedua negara saling melontarkan pernyataan kontradiktif terkait penggunaan pangkalan militer. Perselisihan ini meruncing pada Rabu (4/3/2026) ketika Gedung Putih mengeklaim bahwa Pemerintah Spanyol telah melunak dan bersedia membantu AS. "Posisi pemerintah Spanyol mengenai perang di Timur Tengah, pengeboman terhadap Iran, dan penggunaan pangkalan kami tidak berubah sedikit pun." Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menegaskan prinsip negaranya dengan menyatakan bahwa pemerintahannya tidak akan "menjadi kaki tangan dalam sesuatu yang buruk bagi dunia." Pernyataan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez soal kebijakan mengirimkan kapal perang mengawal Armada Sumud, Rabu (24/9/2025).
Source: Republika March 05, 2026 12:18 UTC