OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pembiayaan atau utang masyarakat pada platform pinjaman online menembus Rp 100,69 triliun pada Februari 2026. Adapun tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 tercatat sebesar 4,54 persen pada Februari 2026. Agusman menerangkan, piutang pembiayaan di perusahaan pembiayaan tumbuh sebesar 1,02 persen year on year menjadi Rp 512,14 triliun pada Februari 2026. Sedangkan NPF net tercatat sebesar 0,81 persen, sedikit menurun dibandingkan Januari 2026 yang tercatat sebesar 0,82 persen. Sementara itu, pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) oleh perusahaan pembiayaan tumbuh 53,53 persen year on year menjadi Rp 12,59 triliun.