REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden AS Donald Trump mengatakan Amerika Serikat tidak membutuhkan bantuan negara lain dalam upaya membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran internasional. Trump juga mengeklaim sejumlah negara telah menyampaikan kesiapan untuk membantu AS membuka Selat Hormuz. Eskalasi tersebut memicu penghentian de facto lalu lintas di Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global. Sementara itu Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi mengatakan Jepang akan bekerja sama dengan AS dan negara lain untuk memastikan navigasi yang aman di Selat Hormuz. Pembicaraan tersebut dilakukan setelah Presiden AS Donald Trump mendesak negara-negara lewat media sosial untuk mengirim kapal perang guna menjaga keamanan Selat Hormuz.