JAKARTA - Ruang pelayanan publik di Kabupaten Cilacap dipaksa menjadi sapi perah demi memenuhi ambisi segelintir pejabat daerah. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan menggeledah rumah dinas dan kantor Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, buntut dugaan pemerasan berkedok Tunjangan Hari Raya (THR). Dari lokasi tersebut, petugas menyita sejumlah dokumen penting dan barang elektronik yang perlahan mengungkap tabir skandal ini. Rapat ini melibatkan Asisten I, Sumbowo, Asisten II, Ferry Adhi Dharma, dan Asisten III, Budi Santoso. Beban berat kemudian ditimpakan kepada 25 perangkat daerah, dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), dan 20 Puskesmas.