REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei dilaporkan menolak proposal deeskalasi perang yang disodorkan kepada Teheran melalui negara-negara perantara. Menurut seorang pejabat senior Iran kepada Reuters, Selasa (17/3/2026), Mojtaba menuntut Israel dan AS "bertekuk lutut" lebih dulu. Mojtaba merespons proposal itu dengan menilai bahwa saat itu bukan "waktu yang tepat untuk berdamai hingga Amerika Serikat dan Israel dibuat bertekuk lutut, menerima kekalahan, dan membayar kompensasi." Sejak terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba belum pernah tampil ke publik. Beberapa pejabat Iran mengatakan bahaw, Mojtaba mengalami luka ringan akibat serangan pada 28 Februari lalu yang menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.


Source:   Republika
March 17, 2026 21:23 UTC