NERACAJakarta – Jaga kepercayaan investor dan pangkas beban utang, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berencana melunasi pokok surat utang senilai US$500 juta yang akan akan jatuh tempo pada tanggal 30 Maret 2026. Sebagai informasi, perseroan membukukan laba bersih senilai Rp 20,04 triliun sepanjang tahun 2025. Diketahui pendapatan bunga BNI tahun lalu naik 4,22% menjadi Rp 69,39 triliun, namun pada saat yang sama beban bunga ikut melonjak 11,33% menjadi RP 29,06 triliun. Total aset BNI tercatat naik 20,53% menjadi Rp 1.362 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 1.130 triliun. Payout ratio sekitar 65% dari laba bersih itu juga masih menyisakan ruang bagi laba ditahan, yang ditujukan untuk memperkuat modal dan mendukung ekspansi bisnis bagi bank itu sendiri.